BOM WAKTU BERNAMA RIBA

    0
    135

    Gubernur BI: Rupiah Anjlok akibat Ekonomi Riba

    JAKARTA—Nilai rupiah terus mengalami pelemahan hingga mencapai Rp14.394 per dolar AS. Situasi ini dianggap sebagai akibat dari sistem ekonomi ribawi dan jawaban untuk situasi seperti ini adalah ekonomi syariah. Keterangan tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
    “Saya merasa yakin, (gangguan stabilitas) ini juga bagian dari ekonomi yang riba,” kata Perry dalam acara halal bil halal dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) di Jakarta, Jumat malam (29/6/2018).
    Ia mengatakan peningkatan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” 50 basis poin (bps) dilakukan untuk mengatasi serangan spekulasi dari global yang membuat stabilitas nilai tukar rupiah terganggu.
    “Kalau bisa membuat ekonomi syariah makin maju di Indonesia, mestinya kebutuhan untuk melakukan intervensi atau menaikkan suku bunga bisa dikurangi,” ujar dia.
    Perry mengatakan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) harus mampu menjalankan strategi nasional pengembangan ekonomi keuangan syariah sebagai arus baru pengembangan ekonomi di Indonesia. Ia juga mengajak semua pihak untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam perekonomian syariah.
    Ia menyoroti banyaknya negara yang penduduknya bukan mayoritas Islam namun sudah ekonomi syariahnya lebih maju dari Indonesia, misalnya Thailand dan Australia lewat industri makanan halalnya.
    Langkah yang bisa dilakukan terkait strategi nasional tersebut antara lain memajukan industri ekonomi halal dalam suatu jejaring yang terus berkembang, baik melalui basis pesantren atau asosiasi pengusaha.
    Kemudian, Perry juga mengatakan mengenai perlunya pengembangan perbankan dan keuangan syariah sekaligus instrumen keuangan syariah.
    “Juga pengembangan riset, edukasi, wirausaha, dan kampanye halallifestyle di Indonesia,” demikian Perry.
    SUMBER www.islampos.com

    https://www.islampos.com/gubernur-bi-rupiah-anjlok-akibat-ekonomi-riba-93761/

    Nah , berdasarkan apa yang dipaparkan oleh Gubernur BI diatas,semakin terlihat jelas lah bagaimana dampak riba. Itu baru dampak di dunia saja. Kita tidak akan membahas dampak di akherat, karena itu akan jauh lebih buruk dari apa yang bisa kita lihat di dunia.

    Indonesia yang notabene adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia justru malah kalah dengan negara yang mayoritas non muslim. Mereka yang jelas jelas bukan muslim malah lebih islami dari pada muslim sendiri. Sangat disayangkan.

    Maka dari itu, kami, BMT AL IKHWAN tidak bosan-bosannya untuk terus mengajak berhijrah dalam ini, meninggalkan praktek-praktek ribawi dan beralih ke sisitem syariah yang Insya Allah akan memakmurkan kita semuanya. Karena jika Allah SWT ridho terhadap suatu kaum, maka niscaya kaum itu akan diberi kemakmuran dan ketenteraman. Sebaliknya jika suatu kaum ingkar terhadap Allah SWT, maka tunggu saja saat kehancurannya. Na’udzubillah…