Sejarah

0
81

Embrio BMT Al Ikhwan adalah sebuah kelompok pengajian kecil di sebuah pasar kecil di pinggiran kota Yogyakarta. Penggagasnya adalah H. Syaifullah Hasyim, BA., yang merupakan pensiunan guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta. Dasar pembentukannya karena keprihatinan, melihat banyaknya pedagang Pasar Condongcatur yang terjerat hutang pada rentenir. Dari situlah mulanya kegiatan pengajian tidak dibatasi hanya pada kegiatan keagamaan saja, tetapi juga ada kegiatan sosial, budaya, dan kegiatan produktif berupa simpan pinjam untuk mengembangkan usaha anggotanya.

Pembina berusaha aktif mengakses dana dari berbagai pihak hingga pada tahun 1998 berhasil mendapatkan bantuan dana bergulir dari pemerintah melalui proyek pengembangan Lembaga Ekonomi Produktif Masyarakat Mandiri, yaitu suatu Jaringan Pengaman Sosial yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Fasilitas Pembiayaan dan Simpan Pinjam Departemen Koperasi yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia dengan cara pemberdayaan ekonomi masyasrakat yang sedang dilanda krisis multi dimensi. Dari sini, Divisi Simpan Pinjam Pengajian Pedagang Pasar Condongcatur berkembang dan berubah menjadi BMT.

Resmi menjadi BMT Al Ikhwan dengan badan hukum koperasi bernomor: 178/PAD/BH/DP2KPM/III/2004 pada tanggal 10 Maret 2004 dan PAD No. 107/PAD/MENEG.I/VIII/2007.

Saat ini Kantor BMT Al Ikhwan Pusat di Jl. Flamboyan No. 382 Perum Condongcatur Yogyakarta. Memiliki 2 cabang yaitu:

  1. Cabang Semarang di Jl. Satrio Manah IV/15A Perumnas Tlogosari Semarang
  2. Cabang Mlati di Jl. Kebon Agung No. 16B Bendingin, Sumberadi, Mlati, Sleman